Refleksi Pembedaan Roh Sr. Shella PIJ

Manusia berbeda dari makhluk ciptaan lainnya melalui kehendak bebas yang dimiliki. Allah tidak pernah memaksa manusia. Manusia memiliki pilihan yang diputuskan olehnya sendiri. Begitu pula dengan panggilan hidup. Menjalani hidup bhakti sebagai seorang suster Sang Timur (PIJ) dari awal masuk hingga saat ini waktunya memilih untuk kaul kekal atau tidak.
Pembedaan Roh (discernment) bersama Rm. Marga MSF mengajakku kembali melihat perjalanan hidupku dari 0-27 tahun.
Di dalam kontemplasi aku menyadari bahwa banyak cinta di sekitarku namun aku tak mampu melihatnya karena keraguanku akan cinta itu. Di depan salib aku berjanji untuk menjadi seorang biarawati dan aku mengalami perubahan hidup. Itulah titik awal cinta Tuhan padaku. Cinta-Nya tidak pernah berhenti dalam setiap langkahku, Dia memberikan pengalaman suka dan duka juga beragam pribadi untuk mendidik agar aku semakin dewasa. Pengalaman berharga yang Tuhan berikan yaitu momen ketika aku merasa dicintai dan merasa memiliki keluarga yang menerimaku apa adanya. Saat itu aku sadar betapa besar cinta Tuhan dalam hidupku, lalu tidakkah aku juga ingin membalas cinta-Nya dan membagikan cinta-Nya? Maka, akupun memilih untuk mengajukan permohonan kaul kekal.
Saat tiba waktu kaul kekal maka itulah waktu untuk memberi diri bagi setiap pribadi yang aku jumpai agar mereka merasakan cinta Tuhan. Aku akan hadir dan ada bagi setiap pribadi yang mencari dirinya. Keputusan ini adalah pilihanku tanpa paksaan siapapun maka mari jalani dengan sukacita beserta segala konsekuensinya. Aku tidak sendirian, Bapa Putra dan Roh Kudus senantiasa menyertai. Pengalaman tidak menyenangkan dan perjuangan yang ada adalah cara Tuhan menempaku. Aku mengikuti Kristus yang tersalib maka jalan hidup ini tak selalu mudah tapi jangan pernah lari namun ingat kembali cinta yang ada dalam hidupku.
Pesan Rm. Marga “Saat kamu tahu itu baik, benar, dan bijak jangan ragu membuat pilihan untuk melakukannya. Semua kembali pada dirimu sendiri.” Artinya: Aku dianugerahi kebebasan oleh Allah maka kunci dari setiap pilihan ada pada diriku. Apapun pendapat dan kata orang, putusan terakhir ada pada diri sendiri. Kaul kekal adalah pilihan pribadi maka saat memilih ya wujudkan pada padanan identitas yang sesuai. Pilihan ini hendaknya dijalani dengan sukacita dan komitmen. Jika suatu saat berjuang ingatlah kembali setiap cinta yang telah hadir dalam hidup serta mohonlah agar hanya Rahmat dan Cinta Tuhan yang memampukan.
Salatiga, 24 Januari 2026
Sr Shella PIJ
