Renungan Beata Clara Fey ( Mei 1846 )
Dihari-hari mendatang kita akan merenungkan apa yang diucapkan Maria ketika hidup di dunia. Resapkan dalam hati, agar kalian dihibur, dikuatkan dan diringankan. Maria, bunda terkasih perolehlah bagiku rahmat ini! Kita mulai dengan kata pertama yang diucapkan bunda surga. Ketika malaikat diutus menyampaikan kabar gembira, bahwa ia dipilih diantara wanita menjadi ibu Tuhan, berkatalah Maria:”Bagaimana hal ini mungkin terjadi, karena aku belum bersuami? Sungguh jawaban polos, terbuka dari perawan termurni, dan tak bernoda. Tentang dia, Allah bersabda:”Dialah satu-satunya kekasih, idaman-Ku” (Kid 6:9). Maria senantiasa hidup tersembunyi bersama Tuhan Allahnya. Ia tidak mengenal kasih lain, selain kasih Tuhan. Ia telah menyerahkan diri total kepada Kekasih jiwanya, sehingga Dia saja yang menguasai hati dan pikiran. Dia jadi pusat hatinya. Mata hatinya senantiasa memandang Allah dan semua dilihatnya hanya dalam Allah. Allah senang melihat kesuciannya yang tanpa noda! Itu sebabnya Roh Kudus memilih dia menjadi mempelai-Nya dan secara luar biasa yang mahatinggi menaunginya dan dari padanya lahirlah Putra Allah yang menjadi manusia. Seharusnya kita memuji dan memuliakan keperawanan Maria! Namun bagaimana dengan bibir berdosa dapat memujinya? Sekurang-kurangnya nyatakanlah kehendak baik kita dan berusaha membangkitkan kasih yang lebih besar, pada kebajikan surgawi ini dan meneladan Maria dalam kebajikan ini. Hendaklah bersikap hormat pada kebajikan besar itu, yang merupakan kasih dan kesetiaan pada apa janji kita kepada Mempelai ilahi. Serahkanlah kasihmu melulu kepada Allah dan kasih lainnya hanya demi kehendak-Nya yang kudus. Untuk memperolehnya, jagalah panca indramu dan jauhkan semua yang menyebabkan kita mudah melamun. Katakan kepada mata:”pandanglah Tuhan selalu dan lainnya lihatlah dalam dan demi Tuhan”. Pada lidah katakan:”kau hanya dipakai untuk memuji dan memuliakan Tuhan, berbicaralah hanya kepada-Nya”, telinga harus tahu, “kamu harus mendengarkan suara Sang kekasih” saja. Pendek kata jika kita berusaha sekuat tenaga menyandarkan hati dan jiwa hanya kepada Yesus, Iapun akan memberkati semua kelemahan kita, namun jangan lupa, sering ingatlah kepada Maria, sebab hanya dengan memandang Maria kira terdorong melakukan kebajikan terbuka dan polos di hadapan Tuhan. Dengan perantaraan dan pendampingannya yang kuasa kita dibebaskan dari segala bahaya dan godaan. Mei 1846
