Jika Kita Sungguh Mencintai Dia, Kita Berusaha Juga untuk Menyerupai Dia

Refleksi Discernment – Sr Emelinda PIJ

Dalam discernment ini, saya belajar memahami bahwa mencintai Tuhan bukan hanya soal perasaan atau kerinduan untuk dekat dengan-Nya, tetapi tentang kesediaan untuk membiarkan hidup dibentuk oleh-Nya. Cinta sejati kepada Tuhan mengajak saya untuk tidak hanya mengenal Yesus tetapi juga berusaha hidup seperti Dia.

Sebagai suster yunior yang sedang mempertimbangkan kaul kekal, saya dihadapkan pada pertanyaan sederhana yang sangat menyentuh dalam hidup panggilan “apakah saya sungguh mencintai Tuhan, dan apakah saya masih lebih mencintai diri sendiri, kenyamanan, dan rencana pribadi?  Dalam kutipan kata-kata dari Rm. Marga “mengikuti Kristus berarti siap berjalan dalam ketaatan, kesederhanaan, dan kesetiaan, meskipun tidak selalu mudah”. Dalam doa, saya menyadari bahwa panggilan ini menuntut keberanian untuk melepaskan ketakutan dan menyerahkan masa depan sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam proses discernment ini mengajarkan saya bahwa Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, tetapi keterbukaan hati. Ada saat-saat ragu, lelah, dan tidak yakin, namun justru di tengah keterbatasan itulah Tuhan bekerja. Ia mengundang saya untuk percaya bahwa kasih Tuhan lebih besar dari kelemahan saya. Menyerupai Kristus berarti terus belajar dan belajar mengasihi, mengampuni, dan melayani dengan rendah hati, melalui proses hari demi hari.

 Pendampingan bersama Romo Marga MSF meneguhkan saya bahwa discernment bukan sekadar mencari kepastian, melainkan belajar mendengarkan suara Tuhan dengan jujur dan setia. Jika saya sungguh mencintai Dia, maka cinta itu perlu nyata dalam pilihan hidup yang konkret dan benar-benar menyatakan diri bahwa itu adalah panggilan saya bukan panggilan dari ornag  lain, maka dari itu, setia pada panggilan, terbuka pada pembinaan, dan siap melayani dengan kasih yang tulus.

Refleksi ini membantu saya melihat bahwa kaul kekal bukanlah akhir melainkan awal dari penyerahan diri yang lebih mendalam. Dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya ingin melangkah dengan iman dan kepercayaan. Saya percaya bahwa Tuhan yang memanggil saya juga akan setia menyertai dan memberi kekuatan untuk terus bertumbuh, sehingga hidup semakin menyerupai Dia yang saya cintai.

“Di panggil untuk menjadi milik kristus dan melayani dengan kasih setia.

Tinggallah didalam Aku dan Aku di dalam Kamu Yoh. 15:4”

Scroll to Top